Jenis – Jenis Kelompok Sosial

Posted: November 22, 2011 in Modul

Beberapa ahli mengemukakan pendapat tentang jenis-jenis kelompok sosial, diantaranya :
1) W.G Sumner
W.G Summer mengemukakan bahwa jenis-jenis kelompok sosial yaitu, in group atau we group dan out group atau others group .
a) In group yaitu : di dalam in group ada asosiasi ke arah mana tiap-tiap individu anggota kelompok kesetiaan dan solidaritas dan di situ terdapatlah usaha identifikasi pribadi satu sama lain ke arah adanya rasa persahabatan, kerja sama, rasa tanggung jawab, terutama di dalam saat –saat mendesak dan gawat. Mereka didalam in group mempunyai pola tingkah laku bertindak berpikir yang seragam. Secara teknis dapat dikatakan bahwa di dalam in group terdapat “we group feeling. Misalnya pada ucapan-ucapan “we do this” atau “we belief”, contoh lkainnya yaitu “kami dari Fakultas Ilmu Pendidikan” dan sebagainya. Sehingga disinilah timbul rasa ke-kami-an dengan adanya faktor simpati di antara anggota-anggota kelompknya, biasanya di dalam in group perasaan terhadap orang bervarisi dan sikap ramah tamah dan good will hingga solidaritas mati-matian.
b) Out group yaitu : sikap out group ditandai dengan kelainan yang berwujud antagonism atau antipasti. Kelompok sosial jenis ini adalah kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in groupnya. Disini terdapat pola tingkah laku “their-feeling” . Implikasi di dalam percaturan interaksi sosial hal ini terjadi dalam hubungan antara in-group yang satu dengan in group lain. Individu-individu in-group yang satu memandang individu-individu in-group yang lain dengan tendese-tendese persaingan dan kebencian, misalnya ada percakapan-percakapan, “Ah, itu kan kepunyaan mereka, sedangkan ini punya kami”. “ Kami harus bertindak agar mereka kalah”

2) C.H Cooley
Atas dasar besar kecilnya jumlah anggota kelompok, maka Cooley mebedakan antara kelompok primer dan kelompok sekunder. Menurut Cooley, kelompok ditandai dengan adanya hubungan yang erat dimana anggota-anggotanya saling mengenal dan sering kali bertatap muka serta terdapat kerja sama yang bersifat pribadi yang erat. Dari ikatan-ikatan psikologi dan hubungan yang bersifat pribadi inilah, maka akan terjadi peleburan-peleburan anta individu dalam satu kelompok., sehingga tujuan-tujuan individu menjadi juga tujuan kelompoknya. Adapun penjelasan kelompok primer dan kelompok sekunder yaitu sebagai berikut.
a) Kelompok primer adalah suatu kelompok kelompok yang “characterized by intimate face-to-face association and cooperation”–kelompok yang ditandai oleh pergaulan dan kerja sama tatap muka yang intim. Menurutnya ruang lingkup terpenting dari kelompok primer ini.adalah keluarga, teman bermain pada anak kecil, dan rukun warga serta komunitas pada orang dewasa. Dalam pandangannya pergaulan intim ini menghasilkan terpadunya individu dalam satu kesatuan sehingga dalam banyak hal did seseorang menjadi hidup dan tujuan bersama kelompok. Menurut Cooley keterpaduan, simpati dan identifikasi bersama ini diwujudkan dalam kata “kita” (lihat Cooley, 1909).
Kelompok jenis ini mempunyai rasa ikatan yang terkuat dalam relasi intra group. Ditandai dengan ciri-ciri kenal-mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. Contohnya : keluarga, kelompok bermain, dan kelompok kerja.
b) Kelompok sekunder : segala sesuatu yang telah dikatakan pada kelompok primer, pada kelompok sekunder adalah kebalikannya. Kelompok sekunder memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
– Jumlah anggotanya banyak, sehingga anggotanya tidak saling mengenal
– Hubungan renggang dimana anggotanya tidak perlu saling mengenal secara pribadi
– Sifatnya tidak permanen
– Hubungan cenderung pada hubungan formal, karena sedikit terdapat kontak di antara anggotanya, dan baru ada kontak apabila terdapat kepentingan tertentu saja.
Contoh hubungan yang terjadi pada kelompok sekunder yaitu hubungan antara pemain dengan penonton, dan penyiar dengan pendengar. Contoh kelompok sekunder yaitu organisasi professional.

3) Ferdinand Tonnies
Dalam bukunya Gemeinschaft und Gesellschaft Ferdinand Tonnies mengadakan pembedaan antara dua jenis kelompok, yang dinamakannya Gemeinschaft dan Geselschaft. Menurut Tonies: All intimate, private, and exclusive living together. .. is understood as life in Gemeinschaft (community). Gesellschatt (society) is public life–it is the world itself. In Gemeinschaft with one’s family, one lives from birth on, bound to it in weal and woe. One goes into Gesellschaft as on goes into a strange country (Tonnies, 1963:33-34). Adapun penjelasan Gemeinschaft dan Gesellschatt yaitu sebagai berikut.
a) Peguyuban (Gemeinschaft) digambarkannya sebagai kehidupan bersama yang intim, pribadi dan eksklusif; suatu keterikatan yang dibawa sejak lahir. Tonnies, misalnya, menggambarkan ikatan pernikahan sebagai suatu “Gemeinschaft of life.” Ia pun berbicara mengenai suatu Gemeinschaft di bidang rumah tangga, agama, bahasa, adat, yang dipertentangkannya dengan Gesellschaft dibidang ilmu atau perdagangan. Tonnies membedakan antara tiga jenis Gemeinschaft yakni, Gemeinschaft by blood, mengacu pada ikatan-ikatan kekerabatan. Gemeinschaft of place pada dasarnya merupakan ikatan yang berlandaskan kedekatan letak tempat tinggal serta tempat bekerja yang mendorong orang untuk berhubungan secara intim satu dengan yang lain, dan mengacu pada kehidupan bersama di daerah pedesaan. Gemeinschaft of mind, mengacu pada hubungan persahabatan, yang disebabkan oleh persamaan keahlian atau pekerjaan serta pandangan yang mendorong orang untuk saling berhubungan secara teratur. Jadi, Peguyuban (Gemeinschaft) adalah bentuk kehidupan bersama, dimana anggotanya diikat oleh hubungan bathin murni, bersifat alamiah dan kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa persatuan bathin yang memang telah dikodartkan Contoh kelompok jenis ini dapat dijumpai dlaam keluarga, rukun tentangga dan kelompk kekerabatan.
b) Patembayan (Gesellschaft) merupakan suatu nama dan gejala baru. Gesellschaft dilukiskannya sebagai kehidupan public sebagai orang yang kebetulan hadir bersama tetapi masing¬masing tetap mandiri. Gemeinschaft bersifat sementara dan semu. Menurut Tonnies perbedaan yang dijumpai antara kedua macam kelompok ini ialah bahwa dalam Gemeinschaft individu tetap bersatu meskipun terdapat berbagai faktor yang memisahkan mereka, sedangkan dalam Gesellschaft individu pada dasarnya terpisah kendati pun terdapat banyak faktor pemersatu. Tonnies mengemukakan bahwa Gemeinschatt ditandai oleh kehidupan organik, sedangkan Gesellschaft ditandai oleh struktur mekanik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Patembayan (Gesellschaft) adalah iaktan batin yang bersifat pokok dan biasanya untuk jangka wkatu pendek. Ia bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka. Contoh : oragnisasi dalam suatu pabrik.

4) J.L Gillin
Gillin membagi kelompok berdasarkan fungsionalnya, misalnya sebagai berikut.
a) Kelompok persamaan darah (blood group),contoh : keluarga dan kasta
b) Kelompok berdasarkan karakteristik jasmaniah atau mental, contoh : persamaan jenis kelamin, persamaan umur dan sama ras
c) Kelompok proximitas : kelompok-kelompok territorial
d) Kelompok berdasarkan interest kulturil : ekonomi, teknologi, agama, pendidikan, politik dan rekreasi.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s