Pentingnya Psikologi Pendidikan Bagi Guru


Menguasai bidang – bidang studi pokok yang saling berbeda – beda itu saja sudah merupakan salah satu beban yang menghendaki tanggung jawab cukup besar untuk seorang guru kelas. Mengapa? Oleh karena seorang guru kelas tidak hanya dituntut mampu menguasai materi setiap bidang studi, melainkan juga yang lebih penting lagi adalah guru tersebut harus mampu dan dapat menguasai berbagai strategi dan teknik belajar dan pembelajaran untuk setiap bidang studi itu agar siswa betul – betul mengalami proses belajar dan pembelajaran yang sesungguhnya, Sesuai dengan sifat setiap bidang studi atau mata pelajaran, seperti pelajaran Membaca, Menulis, Matematika, IPS, IPA, Bahasa, PKn, masing – masing mata pelajaran ini menghendaki strategi, metode dan teknik – teknik tertentu dalam proses belajar dan pembelajarannya. Kemampuan profesional dalam menggunakan metode – metode khusus dengan demikian sangat diperlukan. Tentulah penguasaan keterampilan professional  untuk pembelajaran setiap mata pelajaran ini bukanlah pekerjaan yang tanpa memerlukan usaha yang keras. Kemampuan profesional guru , bukan hanya menguasai materi yang akan diajarkan. Guru guru diharapkan menyadari benar, apa yang menjadi tujuan kelasnya setiap saat, apa yang diharapkannya dari siswanya, bagaimana seharusnya guru bersikap dan memperlakukan siswanya. Sebaliknya, guru sendiri seharusnya menyadari, sementara dia mempelajari perilaku siswanya, perilaku dirinya sendiri terus menerus setiap hari diamati dan dipelajari oleh siswa – siswa.

Proses belajar dan pembelajaran adalah peristiwa interaksi, yaitu interaksi edukatif. Interaksi edukatif adalah proses saling berhubungan antar semua komponen yang terdapat dalam peristiwa belajar dan pembelajaran itu. Hubungan yang terjadi bersifat timbal balik. Hubungan timbal balik ini dapat terjadi antar guru dan siswa, antar sesama siswa itu sendiri, antar siswa dan tujuan, antar guru, siswa dan materi, antar siswa dan strategi serta metode yang digunakan oleh guru, sungguh banyak jenis alur hubungan yang terjadi dalam proses belajar dan pembelajaran. Interaksi yang terjadi sungguh multi bahkan kompleks. Sebaliknya, tentu saja hubungan ini dapat pula terjadi dalam bentuk yang amat sederhana, seperti di dalam kelas – kelas yang amat tradisional. Di dalam proses belajar dan pembelajaran yang tradisional, umumnya hanya terjadi hubungan satu arah, umpamanya hanya datang dari guru. Guru yang aktif, sementara siswa hanya mendengarkan saja. Dimensi yang paling penting dari interaksi edukatif itu adalah dimensi interaksi psikologis. Maksudnya adalah interaksi edukatif bukanlah hanya sekedar interaksi yang bersifat jasmaniah (fisik) dan fisiologi, seperti terjadinya kontak melalui alat indera mata (penglihatan), telinga (pendengaran), hidung (penciuman), kulit (perabaan), lidah (perasa), tetapi lebih dari itu.

Interaksi psikologis adalah interaksi yang terjadi dalam proses belajar dan pembelajaran yang secara utuh memperhitungkan unsur – unsur psikologis, seperti unsur motivasi, unsur perbedaan – perbedaan individual, sifat – sifat dasar anak, tingkat perkembangan intelegensi anak, tingkat perkembangan kognisi dan bahasa anak, sifat – sifat kepribadian anak, dan lain sebagainya.

Dengan memahami psikologi pendidikan, seorang guru atau dosen (pendidik) malalui pertimbangan – pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat :

  1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat. Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru akan dapat lebih tepat dalam menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan pembelajaran. Misalnya, dengan berusaha mengaplikasikan pemikiran Bloom tentang taksonomi perilaku individu dan mengaitkannya dengan teori – teori perkembangan individu.
  2. Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai. Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar dan gaya belajar, dan tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya.
  3. Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling. Tugas dan peran guru disamping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan dapat membimbing para siswanya. Dengan memahami psikologi pendidikan, tentunya guru diharapkan dapat memberikan bantuan psikologis secara tepat dan benar, melalui proses hubungan interpersonal yang pebuh kehangatan dan keakraban.
  4. Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik. Memfasilitasi artinya berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki siswa, seperti bakat, kecerdasan, dan minat. Sedangkan memotivasi dapat diartikan berupaya memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan perbuatan tertentu, khususnya perbuatan belajar. Tanpa pemahaman psikologi pendidikan yang memadai, tampaknya guru akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator maupun motivator belajar siswanya.
  5. Menciptakan iklim belajar yang kondusif. Efektivitas  pembelajaran membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif. Guru dengan pemahaman psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk dapat menciptakan iklim sosio emosinal yang kondusif di dalam kelas, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.
  6. Berinteraksi secara tepat dengan siswanya. Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya interaksi dengan siswa secara lebih bijak, penuh empati, dan menjadi sosok yang menyenangkan di hadapan siswanya.
  7. Menilai atau mengevaluasi hasil pembelajaran yang adil. Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat membantu guru dalam mengembangkan penilaian pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis penilaian, pemenuhan prinsip – prinsip penilaian maupun menentukan hasil – hasil penilaian.

Jadi, ilmu ini dapat membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya untuk memahami tingkah laku belajar anak didiknya lebih baik dan memberikan penjasalan bahwa anak sedang keadaan belajar dengan baik atau tidak, namun pada prinsipnya psikologi pendidikan merupakan alat yang penting untuk memahami tingkah laku belajar anak. Psikologi pendidikan ini sebagai alat bagi guru untuk mengendalikan dirinya, dan juga memberi bantuan belajar kepada peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s