PBM Menggunakan Pendekatan Bentuk Interaksi Sosial


Beberapa proses belajar mengajar yang dapat kita terapkan di kelas dengan menggunakan bentuk-bentuk dari interaksi sosial yang ada antara lain sebagai berikut :

1)      Proses Belajar Mengajar dengan Teknik Diskusi

       Dalam proses belajar mengajar dengan teknik diskusi, seorang guru harus mampu memanajemen situasi kelas agar proses belajar mengajar menjadi efektif dan menggairahkan. Dalam teknik diskusi dapat dikaitkan dengan bentuk interaksi sosial dalam hubungannya pada salah satu bentuk interaksi sosial yakni kerja sama (cooperatif). Guru harus bisa menuangkan prinsip kerja sama kedalam proses pembelajaran agar pembelajaran tidak menjadi hambar serta akan bervariasi.

       Bentuk kerja sama yang cocok dipakai pada teknik diskusi adalah kooptasi (cooptation), yakni usaha ke arah kerja sama yang dilakukan dengan jalan menyepakati pimpinan yang akan ditunjuk untuk mengendalikan kelompok.

       Sebelum siswa berdiskusi kita bisa membentuk siswa menjadi kelompok-kelompok yang heterogen (kelompok yang terdiri dari siswa yang berkemampuan berbeda-beda). Setelah membentuk kelompok guru memberikan tugas untuk didiskusikan bersama kelompoknya. Sebelumnya guru harus menjelaskan bahwa hasil diskusi kelompok akan menentukan hasil nilai mereka masing-masing, sehingga itu akan menyebabkan siswa bersemangat untuk berdiskusi dan berkerja sama dalam memecahkan kasus yang harus didiskusikan tersebut.

       Didalam proses diskusi tersebut diharapkan akan terjadi suatu kerja sama dimana anak yang memiliki kemampuan yang lebih dari temannya akan membimbing anak yang kemampuannya kurang. Biasanya anak yang berkemampuan lebih akan dijadikan pemimpin kelompok. Sehingga diharapkan materi yang ingin disampaikan guru bisa dipahami dengan baik oleh siswa dengan menggunakan teknik diskusi yang terkait dengan kerja sama

2)      Proses Belajar Mengajar dengan Teknik Tanya Jawab

       Dalam proses pembelajaran guru harus bisa memanajemen situasi kelas agar proses belajar mengajar menjadi efektif dan menggairahkan. Dalam teknik tanya jawab  dapat dikaitkan dengan bentuk-bentuk interaksi sosial dalam  hubungannya pada salah satu bentuk proses sosial yakni akomodasi.

       Dalam akomodasi bertujuan untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham. Aplikasi dalam proses belajar mengajar adalah disaat guru menggunakan teknik tanya jawab. Dalam teknik ini tentunya akan terdapat perbedaan pendapat dari siswa dan disini guru akan menyimpulkan dari semua jawaban siswa dan dengan kesepakatan bersama.

       Guru menggunakan teknik tanya jawab ini mempunyai manfaat yang baik dalam menggali pengetahuan siswa. Siswa akan berusaha menjawab pertanyaan dari guru dan tentunya teknik ini akan dapat memancing perhatian siswa.

       Disini tugas guru untuk menengahi dari pendapat-pendapat siswa mengenai pertanyaan tersebut dan menyimpulkan jawabannya.

3)      Proses Belajar Mengajar dengan Teknik Penugasan Individu

       Selain sebagai makhluk sosial, manusia juga merupakan makhluk individual. Setiap anak memiliki karakter dan sifat yang berbeda. Dalam membimbing anak didik dengan latar blakang yang berbeda inilah guru harus bisa mengelola kelas dengan memakai proses belajar mengajar yang menurut keyakinannya paling tepat berdasarkan pertimbangan yang matang.

       Pada waktu memberikan tugas-tugas secara individu guru dapat berkeliling kelas dan mendatangi siswa untuk memberikan bimbingan dan arahan secara individual. Pada pembelajaran menulis permulaan dan berhitung di kelas-kelas rendah guru harus memperhatikan siswa secara individual, sehingga guru mengetahui kelemahan-kelemahan siswa, yang dapat dipergunakan oleh guru sebagai bahan untuk memilih srategi pemebelajaran yang tepat untuk mengatasi kelemahan tersebut.

4)      Proses Belajar Mengajar dengan Teknik Debat

       Teknik debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Teknik debat dapat dikaitkan dengan bentuk-bentuk interaksi sosial dalam hubungan dari bentuk proses sosial yaitu conflict.

       Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari lima orang. Dalam satu topik yang diperdebatkan terdiri dari dua kelompok yang posisi pro dan yang posisi kontra melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan.

       Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s